Waduh? Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol sebut alasan pinjam uang Rp.1,24 T jika tidak tutup selamanya -->

Breaking news

News
Loading...

Waduh? Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol sebut alasan pinjam uang Rp.1,24 T jika tidak tutup selamanya

Penandatanganan perjanjian kerja sama bisnis penyaluran kredit senilai Rp1,24 Triliun dari Bank DKI ke Pembangunan Jaya Ancol (PJA) di Candi Bentar Ancol, Jakarta, Senin, 20 Desember 2021, (dok. istimewa, 29/12)


"Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali: Dalam pandemi Covid-19 kalau kami tidak pinjam uang dan tidak minta PMD (penyertaan modal daerah), kondisi Ancol pasti akan tutup selamanya"


Jakarta - Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali menyampaikan alasan pinjam dari Bank DKI Rp 1,24 triliun. Jika tidak, Taman Impian Jaya Ancol berpotensi tutup untuk selamanya.


"Dalam pandemi Covid-19 kalau kami tidak pinjam uang dan tidak minta PMD (penyertaan modal daerah), kondisi Ancol pasti akan tutup selamanya," kata dia di ruang rapat Komisi B Bidang Perekonomian DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Desember 2021.


Teuku berkaca pada kondisi keuangan Ancol selama dua tahun belakangan ini. Pendapatan Ancol minus ratusan miliar rupiah akibat pandemi Covid-19.


Terpuruknya kondisi keuangan ini mengharuskan Ancol mendapat kucuran dana dari bank. Dia mengutarakan, Ancol perlu dana untuk biaya pemeliharaan.


"Kalau tidak, hewan kami tidak bisa dikasih makan, Sea World tutup, tidak bisa bayar listrik, Dufan juga akan rusak," ujarnya dia.


Direktur Keuangan Ancol Suparno memaparkan pendapatan terbesar Ancol mencapai Rp 1,3 triliun di 2019. Kala itu pengunjung Ancol tembus 18,9 juta orang.


Namun pandemi Covid-19 menggerus jumlah pengunjung dan pendapatan perusahaan pelat merah ini. Pada 2020, pengunjung Ancol hanya 4,5 juta orang karena Ancol mulai ditutup sejak Maret 2020.


Pengunjung Ancol masih tinggi pada Januari-Februari 2020. Jumlah pengunjung yang terjun bebas ini membuat Ancol rugi Rp 393 miliar.


Jumlah pengunjung tempat wisata pantai itu di 2021 diproyeksikan hanya 3,5 juta orang. Pendapatan Ancol diperkirakan minus Rp 272 miliar.


"Pandemi sangat berdampak pada kami, terlihat dari postur keuangan," ucap Suparno.


Sebelumnya, Bank DKI menyalurkan kredit Rp 1,24 triliun untuk Ancol. Penyaluran kredit terbagi atas tiga tahap. Yang sudah ditandatangani adalah Rp 389 miliar untuk kredit modal kerja dan Rp 516 miliar untuk kredit investasi. Rencana berikutnya senilai Rp 334 miliar untuk kredit investasi. (dw/*)