Viral video pedagang lapor ke Jokowi, Ini penjelasan Polisi -->

Breaking news

News
Loading...

Viral video pedagang lapor ke Jokowi, Ini penjelasan Polisi

dok. istimewa/ Personel kepolisian yang menangani kasus itu telah bekerja sesuai aturan, (24/4/2022).


Bogor - Polda Jawa Barat (Jabar) menyampaikan hasil audit investigasi kasus Ujang Sarjana yang dicurhatkan seorang pedagang di Bogor ke Presiden Jokowi.


"Dari hasil audit investigasi ini tidak ditemukan adanya pelanggaran prosedur. Juga netralitas berjalan dan juga objektivitasnya berjalan sesuai dengan aturan-aturan tersebut. Sehingga disimpulkan tidak ada pelanggaran kode etik, disiplin, prosedur, maupun netralitas yang ada di dalam pemeriksaan tersebut," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolresta Bogor Kota, Sabtu (23/4/2022).


Dia mengatakan personel kepolisian yang menangani kasus itu telah bekerja sesuai aturan. Menurutnya, penyidikan yang dilakukan sudah mengikuti Perkap tentang manajemen penyidikan.


"Kita menggunakan tolok ukur Perkap Nomor 6 Tahun 2019 tentang Manajemen Penyidikan. Kemudian kita juga menjaga untuk tidak melanggar disiplin dengan menggunakan tolak ukur Perkap Nomor 2 tentang Pengawasan Melekat dan juga Perkap 14 tentang Kode Etik, dan Perkap Nomor 2 Tahun 2016," ujarnya.


Ibrahim menjelaskan sempat ada upaya restorative justice dalam kasus ini. Namun, katanya, tidak ada titik temu dari kedua belah pihak.


"Sejak dari awal kasus ini sudah diupayakan untuk diberikan restorative justice. Namun belum ada titik temu daru kedua belah pihak, sehingga akhirnya dilakukan penegakan hukum," tuturnya.


Sebelumnya, video dua pedagang di Pasar Bogor, Rahman (20) dan kakak perempuannya Kurniali (23) mengadu dengan histeris ke Jokowi viral di media sosial. Keduanya mengatakan paman mereka, Ujang Sarjana, ditangkap polisi karena melawan pungutan liar (pungli) di Pasar Bogor, Jawa Barat.


"Bapak, di sini banyak pungli, Pak. Tolong, Bapak. Om kami menolak pungli, ditangkap polisi," ujar Rahman, ditimpali Kurniali, kepada Jokowi di Pasar Bogor, Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/4/).


Polresta Kota Bogor kemudian buka suara. Polisi membenarkan telah menangkap Ujang Sarjana dan membantah adanya kriminalisasi dalam kasus itu. Polisi menyebut Ujang Sarjana dan enam kawannya diduga melakukan pengeroyokan terhadap sesama pedagang bernama Andriansyah dan Ade.


"Tentunya ini menjadi perhatian kita semua, sehingga kami melaksanakan penyidikan berdasarkan fakta dan laporan, tidak ada kriminalisasi, karena ada korbannya," kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro saat memberikan keterangannya. (dw/*)